Profil Sujaka Lays, Konglomerat Muda Pemilik Black Diamond Resources

23 June 2024

FORTUNE - Bursa Efek Indonesia kedatangan emiten ke-44, yakni PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh konglomerat muda Sujaka Lays.


Di perdagangan perdana, Rabu (7/9), saham COAL tercatat mentok auto reject atas (ARA) di level Rp135, naik dari harga penawaran Rp100 per saham.

Adapun, setelah mencatatkan saham di BEI, kini saham COAL dimiliki oleh Sujaka Lays (42 persen), PT Esa Gemilang (24 persen), Arie Rinaldi (6 persen), PT Alam Tulus Abadi (4 persen), Herry Sen (4 persen), dan publik (20 persen).

Sujaka Lays merupakan pengendali Black Diamond Resources, juga ultimate beneficiary owner (UBO). Ia tak hanya memiliki saham COAL secara langsung. Sebab, Presiden Direktur PT Indo Komoditi Korpora Tbk (INCF) itu juga memiliki 99 persen saham di PT TAlam Tulis Abadi, sehingga termasuk pemegang saham tak langsung COAL lewat perusahaan tersebut.


Profil Sujaka Lays pemilik Black Diamond Resources


Sujaka Lays lahir pada 30 Juni 1981. Kariernya dimulai pada 1999 sebagai Direktur Utama di PT Sampit International, setelah mengantongi gelar diploma di Perth Western Australia. Adapun, PT Sampit International merupakan cikal-bakal dari Indo Komoditi Korpora saat ini.

Lalu, sejak Juli 2015 sampai sekarang, ia merupakan Presiden Direktur di Indo Komoditi Korpora. Ia mengemban tugas untuk mengontrol aktivitas di bidang pemasaran, meraih target pemasaran, serta menjaga komunikasi dengan pelanggan dan pemasok. Pada 2017, ia bergabung dengan PT Alam Tulis Abadi sebagai Direktur Utama. 

Black Diamond Resources sendiri baru berdiri pada 27 Maret 2017. Awalnya, Sujaka Lays memiliki 99,95 persen saham COAL, sedangkan sisanya milik Marvin Lays.

Sekarang, COAL bergerak di bidang pertambangan batu bara lewat anak usahanya di Kalimantan Tengah. Luas IUP-nya mencapai 4.883 hektare, dengan produksi batu bara GAR 5.500. Kegiatan operasionalnya ditopang oleh proses terintegrasi, dari tambang hingga pengiriman di pelabuhan.


IPO Black Diamond Resources


Setelah IPO, daftar pemegang saham COAL berubah total. Dalam aksi korporasi itu, perseroan menawarkan 1,25 miliar saham dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dana yang dihasilkan mencapai Rp125 miliar.

Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan:

Belanja modal anak usaha, PT Dayak Membangun Pratama (DMP) senilai Rp40 miliar.

Sisanya sebagai modal kerja DMP.

Sepanjang masa penawaran umum pada 1, 2, dan 5 September, perseroan membukukan kelebihan permintaan 23,58 kali. Pembeli tersebar di 35 provinsi dan 16 negara.