Gandeng SAP, Black Diamond Resources Implementasikan Digitalisasi

23 June 2024

Jakarta, Beritasatu.com – PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), perusahaan pertambangan batu bara, melalui entitas anak usaha PT Dayak Membangun Pratama (DMP), menggandeng SAP Indonesia bersama PT Trimitra Sistem Solusindo (TMS Consulting) melakukan transformasi digital sampai pada fase go live.

"Black Diamond Resources menjawab tantangan bisnis dengan mengadopsi transformasi digital pada proses operasional pertambangan yang selama ini masih dijalankan secara manual," kata Direktur Utama PT Black Diamond Resources Tbk, Donny Janson Manua di Jakarta, Sabtu (5/8/2023).


Dia mengatakan Black Diamond Resources memilih SAP sebagai sistem enterprise resource planning (ERP) sehubungan kebutuhan integrasi proses dan report masing-masing divisi sehingga departemen yang membutuhkan data bisa mengakses dalam bentuk display. "Transformasi operasional secara digital bersama SAP melalui partner implementasi TMS Consulting sebagai praktik bisnis keberlanjutan sehingga lebih akurat, efisien, dan terintegrasi," kata dia.


Project Manager TMS Consulting Susi Haryani menjelaskan pihaknya membuat report modul production planning yang membantu pencatatan unit produksi menjadi lebih efisien. Modul ini tidak perlu input manual, tetapi bisa langsung diambil dari sistem. "Pembagian pekerjaan (job desc) yang tadinya masih overlapping, sekarang diatur dengan job role di SAP dengan otorisasi,” ujarnya.

Direktur Utama SAP Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, dengan mengadopsi teknologi cloud, Black Diamond Resources meningkatkan efisiensi dalam proses operasional dan menyiapkan bisnisnya untuk masa depan. "Solusi RISE with SAP dari SAP memungkinkan BDR mencapai integrasi yang lancar di seluruh divisi," kata dia.


Kolaborasi SAP melalui TMS Consulting dengan Black Diamond Resources ini dimulai sejak Desember 2022, dilanjutkan kick-off ceremony pada Januari 2023, dan berjalan sesuai target mencapai go live pada Juli 2023.


PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 245,84% menjadi Rp 89,85 miliar berkat naiknya penjualan ekspor sepanjang 2022.

Berdasarkan, COAL membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp89,85 miliar atau melejit 245,84% secara year-on-year (yoy) dibanding tahun 2021 yang sebesar Rp25,98 miliar. Alhasil, laba per saham COAL ikut terkerek menjadi Rp21,14 per saham dari sebelumnya Rp10,01 per saham.



https://www.beritasatu.com/ekonomi/1060630/gandeng-sap-black-diamond-resources-implementasikan-digitalisasi